Formulir Kontak

KONTAK KAMI

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk menghubungi kami

Name

Email

Message

Legenda Sumber Jenon Malang

Sumber Jenon
Selain Sumber Sira, Malang juga punya satu asal mata air andalan yang keindahannya sanggup menyihir setiap pengunjung yg tiba. Sumber mata air ini asal berdasarkan pegunungan pada kaki Gunung Ronggo. Sumber Jenon terletak pada daerah Gunung Ronggo, kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Tentang estetika air Sumber Jenon

Sumber Jenon berbentuk misalnya kolam dengan bagian dasar tertutupi batako. Kedalaman asal mata air ini mencapai kedalaman hingga 4 meter. Jadi, bagi kamu yang tidak mampu berenang, kamu sanggup menyewa ban yang berfungsi menjadi pelampung saat menikmati kesegaran airnya.
Uniknya, terdapat batang pohon Jenu yg membujur dari arah Barat ke arah Timur pada Sumber Jenon. Tak hanya itu, estetika paling menonjol menurut Sumber Jenon merupakan airnya yang jernih & berwarna biru kehijau-hijauan.

Mitos seputar Sumber Jenon

Mitos yang paling santer terdengar berdasarkan Sumber Jenon terkait menggunakan efeknya yg menyembuhkan. Rumor mangatakan bahwa mata air Sumber Jenon diyakini sanggup menyembuhkan aneka macam jenis penyakit, termasuk penyakit kulit. Tak hanya itu, dalam sumber mata air ini terdapat ikan Sengkaring yg diyakini mempunyai usia ratusan tahun.
Ikan Sengkaring adalah ikan berwarna hitam dan merah yg berukuran kurang lebih 50-170 centimeter. Jumlah ikan Sengkaring ini diyakini tidak pernah berubah. Meskipun sudah berkali-kali dipancing, ikan Sengkaring ini diyakini permanen berjumlah 37 ekor. 

Legenda kemunculan Sumber Jenong

Awal mula kemunculan sumber mata air yang kini   dikenal luas dengan nama Sumber Jenong cukup menarik buat diincar. Berdasarkan cerita yg diyakini sang warga  lebih kurang, kemunculan Sumber Jenon berawal dari kisah pasangan Rantung Grati & Irogat.
Pasangan ini hidup dalam masa Kerajaan Mataram. Setelah terjadinya peperangan, pasangan suami-istri ini mengungsi ke daerah yang kini   dikenal menggunakan nama Sumber Jenong. Hidup bercocok tanam adalah jalan yuang dipilih buat menyambung hidup. Beruntungnya, pasangan ini mampu menghasilkan panen yang melimpah.
Sayangnya, dalam saat musim kering melanda, tanaman  yang dirawat tak menerima air yg relatif. Alhasil, hampir seluruh flora meninggal yg mengakibatkan dalam menipisnya simpanan pangan yg dimiliki.
Tak lama   menunggu, Rantung Grati segera berpamitan dalam Irogat buat mencari pengairan yg relatif untuk tanamannya. Rantung Grati menentukan bertapa di atas Gunung Harimau, tepatnya pada bawah pohon Jenu. Untuk tempat wisata lainnya di Malang kamu bisa ke Pantai Teluk Asmara Malang
Konon, ketika sedang berada dalam masa pertapaan Rantung Grati tersebut, muncul angin kencang yang menumbangkan pohon Jenu, tempat dirinya bertapa. Tak disangka, dari bongkahan pohon yang tumbang tadi keluar sumber air yang deras. Saking derasnya, sumber mata air terebut membangun genangan air besar  yg kini   dikenal menggunakan nama Sumber Jenong.

No comments:

Post a Comment

Scroll to top